Produsen Kain Lurik Pekanbaru Pendongkrak UMKM

Produsen kain lurik Pekanbaru pendongkrak UMKM, pengelola kain lurik merupakan pelaku ekonomi khususnya dalam perluasan kesempatan wirausaha yang mampu menyerap tenaga kerja dan dapat menekan angka pengangguran (pro job). 

Produsen Kain Lurik Pekanbaru
Produsen Kain Lurik Pekanbaru

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Pekanbaru di Lurik Fabric

Produsen tenun Pekanbaru murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Baca juga : Distributor Besi Baja Murah.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Pekanbaru di Lurik Fabric

Anda warga Pekanbaru yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik Galeri koleksi kain lurik Pekanbaru

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA

0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi Indonesian Batik Fabric the best quality for you. Karena kami merupakan salah konveksi kain batik terbesar di Indonesia. Dan kami sudah sering melakukan ekspor kain, terumata Eropa. Kain batik modern yang kami produksi yaitu kain batik cap smoke dan kain batik tie dye.

Terimakasih.

 

Produsen Kain Lurik Batam Berpotensi Jadi Produk Andalan Ekspor RI

Produsen kain lurik Batam berpotensi jadi produfk andalam ekspor RI selain batik. Batam merupakan salah satu kota dengan letak yang sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang sangat dekat dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Sebagai kota terencana, Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Ketika dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat.

Harga murah dan berkualitas premium. Kain lurik semakin mengalami perkembangan, saat ini proses pembuatannya menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin). Sehingga mempermudah Anda untuk memesan dalam jumlah besar.

Produsen Kain Lurik Batam
Produsen Kain Lurik Batam

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Batam di Lurik Fabric

Produsen tenun Batam murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Batam di Lurik Fabric

Anda warga Batam yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik Galeri koleksi kain lurik Batam

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA

0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi Indonesian Batik Fabric the best quality for you. Karena kami merupakan salah konveksi kain batik terbesar di Indonesia. Dan kami sudah sering melakukan ekspor kain, terumata Eropa. Kain batik modern yang kami produksi yaitu kain batik cap smoke dan kain batik tie dye.

Terimakasih.

Produsen Kain Lurik Bandar Lampung Murah dan Terlengkap

Produsen kain lurik Bandar Lampung murah dan terlengkap. Kota Bandar Lampung (Aksara Lampung: Bandar Lampung in Lampungese.png, Kutak Bandarlampung) adalah sebuah kota di Indonesia sekaligus ibu kota dan kota terbesar di Provinsi Lampung. Dengan kepadatan 5.332/km2, Bandar Lampung juga merupakan kota terbesar dan terpadat kedua di Pulau Sumatra setelah Medan, serta termasuk salah satu kota besar di Indonesia dan Kota terpadat di luar pulau Jawa.

Produsen Kain Lurik Jakarta
Produsen Kain Lurik Jakarta

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Bandar Lampung di Lurik Fabric

Produsen tenun Bandar Lampung murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Bandar Lampung di Lurik Fabric

Anda warga Bandar Lampung yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik
Galeri koleksi kain lurik Bandar Lampung

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA 0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi kain batik untuk seragam batik kantor.

 

 

 

Produsen Kain Lurik Makassar Harga Murah dan Berkualitas Premium

Produsen kain lurik Makassar harga murah dan berkualitas premium. Kain lurik semakin mengalami perkembangan, saat ini proses pembuatannya menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin). Sehingga mempermudah Anda untuk memesan dalam jumlah besar.

Menurut Bappenas, Makassar adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Surabaya. Dengan memiliki wilayah seluas 175,77 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa, kota ini berada di urutan kelima kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Secara demografis, kota ini tergolong tipe multi etnik atau multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya, di antaranya yang signifikan jumlahnya adalah Suku Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makanan khas Makassar yang umum dijumpai di pelosok kota adalah Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.

Produsen kain lurik makassar
Produsen kain lurik makassar

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Makassar di Lurik Fabric

Produsen tenun Makassar murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Makassar di Lurik Fabric

Anda warga Makassar yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik Galeri koleksi kain lurik Makassar

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA 0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi kain batik cap asli. Karena kami merupakan salah konveksi kain batik terbesar di Indonesia. Dan kami sudah sering melakukan ekspor kain, terumata Eropa. Kain batik modern yang kami produksi yaitu kain batik cap smoke dan kain batik tie dye.

Terimakasih

Produsen Kain Lurik Palembang untuk Oleh-Oleh Keluarga

Produsen kain lurik Palembang untuk oleh-oleh keluarga. Kota Palembang (Melayu Jawi:كوتا ڤاليمبڠ) adalah ibu kota provinsi Sumatra Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatra setelah Medan. Kota dengan luas wilayah 400,61 km² ini dihuni oleh lebih dari 1,8 juta penduduk pada 2018. Diprediksikan pada tahun 2030 mendatang kota ini akan dihuni 2,5 Juta orang. Kota Palembang juga kota terpadat di Sumatra, setelah Medan, kota terpadat kesembilan di Indonesia, dan kesembilan belas di Asia Tenggara. Kota Palembang dan beberapa kabupaten tetangganya (Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir) dikembangkan sebagai wilayah metropolitan baru di Indonesia dengan kawasan yang disebut Patungraya Agung atau Palembang Raya.

Bosan dengan oleh-oleh batik khas Palembang? Mungkin sesekali belilah kain lurik.  Kain lurik semakin mengalami perkembangan, sehingga saat ini proses pembuatannya menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin). Sehingga mempermudah Anda untuk memesan dalam jumlah besar. Kain lurik ini indah dibuat berbagai busana.

Produsen Kain Lurik Palembang
Produsen Kain Lurik Palembang

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Palembang di Lurik Fabric

Produsen tenun Palembang murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Palembang di Lurik Fabric

Anda warga Palembang yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik Galeri koleksi kain lurik Palembang

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA 0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi kain batik modern dalam jumlah besar dengan harga grosir tentunya. Karena kami merupakan salah konveksi kain batik terbesar di Indonesia. Dan kami sudah sering melakukan ekspor kain, terumata Eropa. Kain batik modern yang kami produksi yaitu kain batik cap smoke dan kain batik tie dye. Batik modern tersebut merupakan batik fabric quilts.

Terimakasih

Produsen Kain Lurik Semarang Kreativitas Leluhur yang Alami

Produsen kain lurik Semarang dengan kreativitas leluhur yang alami terkandung disetiap potongan kainnya. Kain lurik semakin mengalami perkembangan, sehingga saat ini proses pembuatannya menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin). Sehingga mempermudah Anda untuk memesan dalam jumlah besar.

Seperti kota – kota besar lainya, Kota Semarang mengenal sistem pembagian wilayah kota yang terdiri atas: Semarang Tengah atau Semarang Pusat, Semarang Timur, Semarang Selatan, Semarang Barat, dan Semarang Utara. Pembagian wilayah kota ini bermula dari pembagian wilayah sub-residen oleh Pemerintah Hindia Belanda yang setingkat dengan kecamatan. Namun saat ini, pembagian wilayah kota ini berbeda dengan pembagian administratif wilayah kecamatan. Meskipun pembagian kota ini jarang dipergunakan dalam lingkungan Pemerintahan Kota Semarang, namun pembagian kota ini digunakan untuk mempermudah dalam menerangkan suatu lokasi menurut letaknya terhadap pusat kota Semarang. Pembagian kota ini juga digunakan oleh beberapa instansi di lingkungan Kota Semarang untuk mempermudah jangkauan pelayanan, seperti PLN dan PDAM.

Produsen Kain Lurik Semarang
Produsen Kain Lurik Semarang

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Semarang di Lurik Fabric

Produsen tenun Semarang murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Semarang di Lurik Fabric

Anda warga Semarang yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik Galeri koleksi kain lurik Semarang

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA 0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi Kain Batik Modern dalam jumlah besar dengan harga grosir tentunya. Karena kami merupakan salah konveksi kain batik terbesar di Indonesia. Dan kami sudah sering melakukan ekspor kain, terumata Eropa. Kain batik modern yang kami produksi yaitu kain batik cap smoke dan kain batik tie dye.

Terimakasih

Produsen Kain Lurik Bandung Warisan Kekayaan Intelektualitas

Produsen kain lurik Bandung yang merupakan warisan kekayaan intelektualitas. Kain lurik semakin mengalami perkembangan, sehingga saat ini proses pembuatannya menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin). Sehingga mempermudah Anda untuk memesan dalam jumlah besar. Kota Bandung adalah kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek dan Gerbangkertosusila.

Produsen Kain Lurik Bandung
Produsen Kain Lurik Bandung

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Bandung di Lurik Fabric

Produsen tenun Bandung murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Bandung di Lurik Fabric

Anda warga Bandung yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik Galeri koleksi kain lurik Bandung

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA 0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi Kain Batik Modern dalam jumlah besar dengan harga grosir tentunya. Karena kami merupakan salah konveksi kain batik terbesar di Indonesia . Tentunya kami tidak asal-asalan dalam memilih bahan kain batik modern yang akan diproduksi masal. Kenyamanan konsumen nomor satu bagi kami. Dan kami sudah sering melakukan ekspor kain, terumata Eropa. Kain batik modern yang kami produksi yaitu kain batik cap smoke dan kain batik tie dye.

Sekian ulasan mengenai kain lurik, kita harus melestarikan budaya luhur yang begitu kental dengan harapan dalam setiap makna yang terkandung pada kain kain bersejarah tersebut. Terimakasih

 

 

 

Produsen Kain Lurik Medan, Pesona yang Tak Lekang Ditelan Zaman

Produsen kain lurik Medan, Pesona indah kain lurik yang tak lekang ditelan zaman.  Proses pembuatan yang menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin), merupakan salah satu modernisasi tradisi. Sehingga mempermudah Anda untuk memesan dalam jumlah besar. Medan adalah kota multietnis yang penduduknya terdiri dari orang-orang dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda. Selain Melayu dan Karo sebagai penghuni awal, Medan didominasi oleh etnis Jawa, Batak, Tionghoa, Minangkabau, Mandailing, dan India. Mayoritas penduduk Medan bekerja di sektor perdagangan, sehingga banyak ditemukan ruko di berbagai sudut kota. Di samping kantor-kantor pemerintah provinsi, di Medan juga terdapat kantor-kantor konsulat dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, dan Jerman.

Produsen Kain Lurik Medan
Produsen Kain Lurik Medan

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Medan di Lurik Fabric

Produsen tenun Medan murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Medan di Lurik Fabric

Anda warga Medan yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik Galeri koleksi kain lurik Medan

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA 0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi masker kain dalam jumlah besar dengan harga grosir tentunya. Karena kami merupakan salah satu konveksi masker kain termurah. Tentunya kami tidak asal-asalan dalam memilih bahan kain masker yang akan diproduksi masal. Kenyamanan konsumen nomor satu bagi kami.

Sekian ulasan mengenai kain lurik, kita harus melestarikan budaya luhur yang begitu kental dengan harapan dalam setiap makna yang terkandung pada kain kain bersejarah tersebut. Terimakasih

 

 

 

Produsen Kain Lurik Surabaya Modernisasi Tradisi

Produsen kain lurik Surabaya menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin), merupakan salah satu modernisasi tradisi. Sehingga mempermudah Anda untuk memesan dalam jumlah besar. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara yang sejajar dengan Hong Kong dan Shanghai pada masanya. Menurut Bappenas, Surabaya adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Makassar.

Produsen Kain Lurik Surabaya
Produsen Kain Lurik Surabaya

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Surabaya di Lurik Fabric

Produsen tenun Surabaya murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Surabaya di Lurik Fabric

Anda warga Surabaya yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik Galeri koleksi kain lurik Surabaya

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA 0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi kain batik asli canting dan malam. Batik yang dibuat dengan cara ‘titik-titik’ bisa Anda temukan di Jual Batik Tulis Asli.

 

 

 

Produsen Lurik Jakarta Menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin)

Produsen kain lurik Jakarta menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin), sehingga mempermudah Anda untuk memesan dalam jumlah besar. Daerah Khusus Ibukota Jakarta (disingkat DKI Jakarta, Jakarta Raya) merupakan ibu negara Indonesia. Dan juga merupakan satu-satunya bandar di Indonesia yang bertaraf provinsi atau negeri. Jakarta terletak di bahagian barat laut Pulau Jawa.

Produsen Kain Lurik Jakarta
Produsen Kain Lurik Jakarta

Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun. Bahkan belakangan ini, lurik sudah banyak digunakan oleh para desainer kondang dalam koleksi busana mereka. Sebelum kita membahas modernisasi kain lurik, akan lebih afdol jika kita mengetahui tentang sejarah kain lurik beserta makna yang terkandung dalam setiap potong kainnya sebagai berikut.

Produsen Tenun Lurik Jakarta di Lurik Fabric

Produsen tenun Jakarta murah dan lengkap dari Indonesia untuk dunia. Harga mulai Rp 20.000 permeter, dengan bahan berkualitas asli. Para pencinta kain, pasti sudah tidak asing dengan kain lurik. Sama halnya dengan sasirangan, batik, ulos, songket, dan sejenis kain tradisional lainnya, lurik mampu bersaing di pasaran meski sudah berusia ratusan tahun.

Kami Lurik Fabric, dalam proses produksi sudah menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM). Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Dan setelah menggunakan mesin tenun, maka produksi tenunnya juga semakin variasi. Tak melulu hanya warna dan motif yang klasik saja.

Sejarah Kain Lurik

Ciri khas kain Lurik pada motif atau coraknya, yakni garis – garis atau kotak-kotak. Kata “lurik” berasal dari bahasa Jawa yakni “Lorek”. yang melambangkan kesederhanaan.

Maksud ” sederhana” berdasarkan laman situs itu, yakni sederhana dalam penampilan dan pembuatan namun syarat makna.

Menurut buku “Lurik, Garis – Garis Bertuah” karya Nian S. Djoemena (2000), tidak semua kain dengan motif garis – garis atau kotak – kota bisa disebut “Lurik”.

Nian menyebutkan  bahwa sebuah kain disebut ” Lurik” bila memenuhi persyaratan tertentu dari pembuatan benang (lawe), penenunan, pewarnaan dan finishing.

Kain Lurik di masa lalu  juga berfungsi sebagai identitas atau simbol kelas sosial, rata – rata pengguna kain ini adalah orang kebanyakan.

Tak hanya itu, juga bagian atribut ritual – ritual tradisional masyarakat Jawa, misalnya labuhan ataupun upacara adat lain seperti ruwatan, siraman, mitoni, dan sebagainya.

Mengikuti perkembangan mode dan busana, Lurik mengadopsi warna – warna kekinian dan penggunaannya tak terbatas. Motif Lurik juga dipakai untuk menambah unsur estetik busana atau aksen pada rompi, jas dan busana lainnya.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia (1997) menyebutkan kain Lurik diperkirakan berasal dari pedesaan di Jawa. Seperti tradisi rakyat lainnya, kain ini juga naik derajat ketika dipakai di lingkungan Keraton.

Konon usia kain tenun Lurik lebih tua dari kain Batik, tergambar pada relief di Candi Borobudur tergambar sebuah sosok menenun dengan alat tenun gendong.

Jejak tradisi kain iñi terekam juga  pada cerita “Wayang Beber” wayang tertua, sebelum ada wayang kulit. Dikisahkan seorang ksatria  melamar seorang Putri Raja dengan mas kawin alat tenun gendong.

Tercatat juga pada prasasti Kerajaan Mataram Hindu yang hidup di abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tercatat adanya kain Lurik motif ” Pakan Malang”. Sedangkan di prasasti era Dinasti Erlangga (1033 M) tertulis Lurik corak “Tuluh Wantu”.

Produsen Kain Lurik Jakarta di Lurik Fabric

Anda warga Jakarta yang sedang mencari kain lurik dalam jumlah partai? Kebetulan sekali Anda telah mampir ke halaman kami. Kami Lurik Fabric merupakan salah satu produsen terbesar kain lurik se Jawa. Kami berpusat di Kota Surakarta Jawa Tengah. Jangan ragu melakukan pemesanan kain lurik pada kami, karena kami sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani kain.

Mayoritas pengrajin lurik di daerah-daerah masih bertahan menggunakan alat tenun manual, meskipun mereka menyadari sedang bersaing dengan pengrajin lurik pabrikan yang memproduksi dengan alat tenun mesin (ATM). ATM mampu menghasilkan lurik dalam jumlah yang lebih massif dan harganya lebih murah. Kendati demikian, lurik asli adalah lurik hasil handmade dari alat tenun bukan mesin. Semua dihasilkan dalam proses yang lebih lama dan ketelitian, sehingga wajar nilai jualnya pun jauh lebih mahal.

Dengan ATM, kain tenun Lurik bisa diproduksi  massif, corak dan warna juga lebih bervariasi. Dari sisi harga lebih terjangkau dibandingkan kain Lurik tradisional.

Kedua jenis Lurik tersebut memiliki pasar tersendiri, dari sisi harga kain Lurik dari alat tenun manual jauh lebih mahal dibandingkan Lurik ATM.

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan “surjan” atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan “beskap” di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau “setagen” untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan ” jarik”.

Kini pemakaiannya sudah meluas di semua kalangan, termasuk untuk seragam karyawan perusahaan dan pegawai negeri. Mengingat tingginya harga kain tenun Lurik tradisional, produk Lurik di pasaran umumnya adalah hasil dari “alat tenun mesin”.

Lokasi Produksi Kain Lurik

Meskipun peminat kain tenun lurik pasang dan surut, namun gairahnya tak pernah pudar oleh zaman. Para pengrajin terus memodernisasi outfit lurik. Alhasil banyak kaum milenial mulai melirik kain tradisional ini.

Lokasi pabrik produksi kain lurik kami terletah di daerah Pedan. Anda juga dapat mengunjungi, untuk melihat langsung proses pembuatan kain lurik ATM (Alat Tenun Mesin).

Di lokasi pabrik Pedan, banyak bertebaran beragam baju dengan tampilan modern berbahan lurik. Tak hanya baju, kain lurik disulap menjadi beraneka ragam aksesoris seperti topi, tas, seledang, dompet, masker, dan lain-lain. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Galeri koleksi kain lurik
Galeri koleksi kain lurik Jakarta

Sementara jika hanya ingin membeli kain lurik untuk dijahit sendiri pun sangat bisa. Harganya juga disesuaikan motif dan bahan, yang termurah mulai dari Rp.60.000, Rp.150.000 hingga jutaan rupiah per meter. Berbagai motif kain lurik yang bisa didapat diantaranya: motif Sapit Urang, Kluwung, Telupat, Tumbar Pecah, Dom Kecer (Hujan Gerimis), Tuluh Waktu, Ketan Salak, Kijing Miring, Rinding Purung, dan Sodo Sak Ler.

Anda tertarik untuk memborong atau memesan dalam jumlah besar kain lurik pada kami ? Silahkan langsung saja hubungi Owner kami via Whatssapp berikut ini :

Informasi mengenai kain lurik lebih lengkap silahkan hubungi kontak WA 0822 6565 2222 Pak Muzakir.

Kami memiliki penawaran menarik untuk Anda terutama pemesan kain lurik untuk luar pulau Jawa. Karena kami memberikan gratis ongkos kirim keseluruh Indonesia.

Pelayanan online 24 jam non stop. Selain kain lurik kami juga memproduksi kain batik untuk seragam batik kantor.